Oleh : Tim Sketsa

Banyuwangi (19/12/2019) – SMAN 1 Glagah kembali mengadakan kegiatan rutin tahunan yaitu Festival Hadrah Al-Banjari. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, jangkauan dari kegiatan ini adalah Jawa dan Bali. Namun, Festival Al-Banjari yang sudah menginjak tahun ke-6 ini memiliki sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya kegiatan ini diadakan pada tanggal 1 Muharram, namun pada tahun ini diadakan pada Bulan Desember sebagai penutup tahun 2019.

Rangkaian acara Festival Hadrah Al-Banjari 2019 dibuka pukul 06.00 WIB dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh siswa. Setelah jalan sehat, seluruh siswa kembali ke sekolah untuk mengikuti kegiatan berikutnya yaitu pembagian doorprize yang dilakukan dengan pengundian kupon jalan sehat. Kupon doorprize ini juga dapat ditukarkan dengan minuman frestea atau teh botol kotak. Acara pembagian doorprize dilakukan disela-sela acara seperti saat menunggu persiapan peserta dan untuk mengisi waktu luang lainnya.

Setelah acara pembagian doorprize, acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan. Sambutan yang pertama yaitu oleh ketua panitia dari kegiatan Festival Al-Banjari,  sambutan yang kedua yaitu oleh kepala SMAN 1 Glagah, dan sambutan yang ketiga yaitu oleh kepala cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi. Acara berikutnya yaitu santunan anak yatim yang dilakukan oleh kepala SMAN 1 Glagah dan kepala cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

Acara inti dimulai kurang lebih pada pukul 11.30 WIB, dimulai dengan penampilan peserta hadrah nomor urut satu dari SMPN 1 Glagah. Jumlah peserta Al-Banjari tahun ini cukup banyak, hingga mencapai 55 peserta dari berbagai daerah. Terdapat beberapa kriteria dalam pelaksanaan lomba ini. Yang pertama, durasi penampilan 7 menit dengan pembagian waktu satu jingle dan satu lagu. Kata kunci jingle yaitu ‘Smansa Menggapai Syafaat’. Kedua, terdapat tiga dewan juri yang memiliki sisi penilaian masing-masing. Juri pertama yaitu juri pukulan, juri kedua adalah juri vocal, dan juri ketiga adalah juri sikap. Acara dijeda selama kurang lebih satu jam untuk pelaksanaan shalat dhuhur.

Babak penyisihan dilanjutkan setelah shalat ashar hingga menjelang maghrib. Kegiatan kembali dijeda untuk istirahat shalat Maghrib.  Festival Al banjari kembali dimulai pada pukul 17.52 WIB dengan nomor urut 47 dilanjut hingga nomor urut 55. Setelah semua peserta tampil, para juri berdiskusi untuk menentukan 6 finalis terbaik yang akan mengikuti babak final untuk mendapatkan 5 juara. Puncak Festival Al- Banjari menghasilkan juara 1 yang diraih oleh Miftahul Jannah dari Penataban, Banyuwangi, juara 2 diraih oleh Sukarol Munsyid dari Mojokerto, juara ke 3 diraih oleh Daarus Sholah dari Singojuruh, juara ke 4 diraih oleh Haadil Arwah dari Situbondo, juara 5 diraih oleh Liwaul Muridin dari Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung, Banyuwangi.

0

You may also like

Fun English Camp
Kemah Laksana: Pengembangan Diri Anggota Gerakan Pramuka
Refleksi Akhir Tahun