Untuk ke sekian kalinya Tim KIR (Karya ilmiah Remaja) SMAN 1 Glagah Banyuwangi meraih sukses dengan memenangi kompetisi kedua kalinya sebagai juara 1 Lomba Karya Tulis ilmiah Sejarah Se-Jawa Timur dan Bali di Universitas Negeri Surabaya pada 2 Februari 2019. Tim KIR SMANSA Glagah yang diawaki oleh Alyn Shifa Aulya Wildania, Isni Qothrunnada, dan Neferti Patria Febriani mengangkat Judul Penelitian ‘Revitalisasi Sejarah Banyuwangi dalam Aplikasi Webtoon White Tiger Emperor.

Recount Kemenangan KIR SMANSA Banyuwangi

Sebelumnya pada tahun 2016 di Bulan Januari debut pertama yang dicapai oleh Natsya Febrilia Yulianti dan Irsyad Kamal Wayuda, anggota Tim KIR SMAN 1 Glagah, baru mencapai juara harapan 1 pada ajang yang sama di Unesa Surabaya. Lalu pada bulan Oktober tahun 2016, TIM KIR SMANSA Glagah menjadi satu-satunya ekstrakurikuler yang berkecimpung di bidang riset dari Banyuwangi yang menjadi finalis OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). Capaian finalis ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional OPSI 2016 tersebut sekaligus menjadi yang pertama kalinya bagi Sae Rizkinah Ramada dan Natasya Febrilia Yulianti menjadi perwakilan Banyuwangi di ajang kompetisi ilmiah bergengsi itu.

Memasuki tahun 2017, bertepatan dengan Hari Raya Imlek, TIM KIR SMANSA Glagah yang diawaki oleh Natasya Febrilia Yulianti, Irsyad Kamal Wayuda, dan Firdaus Dheo Saputra berhasil untuk pertama kalinya meraih juara 1Lomba Karya Tulis ilmiah Sejarah Tingkat Provinsi Jawa Timur di Universitas Negeri Surabaya. Topik penelitian yang diangkat adalah Game Offline The Last of Jagapati sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal Sejarah Perang Puputan Bayu Tahun 1771 dalam Rangka Pengembangan Pendidikan Daerah Pelosok (Studi Kasus di SMPN 2 Licin Satu Atap).

Empat bulan kemudian, tepatnya pada bulan Mei 2017, Tim KIR SMANSA Glagah mengukir sukses pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana Denpasar Bali. Dalam kompetisi ilmiah di bidang Ekonomi dan Saintek itu Natasya Febrilia Yulianti, Natasha Vine Angelique, dan Rizka Nurulita Oktavia baru bisa menempatkan diri pada posisi runner up ke-2.

Seminggu berselang pada bulan yang sama tahun 2017, Tim KIR SMANSA Glagah yang dianggotai oleh Natasya Febrilia Yulianti, Irsyad Kamal Wayuda, dan Firdaus Dheo Saputra lagi-lagi menempati runner up kedua pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Elektro ITS.

Pada pekan terakhir September 2017, TIM KIR SMAN 1 Glagah Banyuwangi yang terdiri atas Natasya Febrilia Yulianti, Natasha Vine Angelique, dan Rizka Nurulita Oktavia meraih sukses gemilang dengan menjadi juara 1 Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional di Universitas Brawijaya Malang. Judul penelitian yang mereka angkat adalah ‘PEMANFAATAN CABAI RAWIT MENJADI PRODUK G-SMANSA MOUTHWASH GUNA MENCAPAI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DENGAN POLA PRODUKSI DAN KONSUMSI RAMAH LINGKUNGAN’. Anak-anak KIR ini menggunakan waktu berbulan-bulan melakukan penelitian ini. Mereka harus memelihara belasan ekor binatang coba untuk dijadikan eksperimen di laboratorium.

Tidak lama berselang, pada awal Oktober 2017, dua kelompok KIR SMANSA Glagah berhasil lolos final Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional di Universitas Gadjah Mada. Lomba KTI di bidang Sejarah ini menempatkan TIM KIR 1 yang beranggotakan Talita Rifda Maulidini, Hanif Julia Aprigianti, dan Hisbulloh Huda, sebagai juara kategori presentasi terbaik dan TIM KIR 2 yang beranggotakan Octaviani Nur Rahmawati, Sakinah Mawardani, dan Meilia Putri Marditianingsih sebagai juara kategori konten terbaik. Dalam pemaparan karya penelitiannya Tim KIR 1 mengulas ihwal analisis film lama, yakni film yang bernuansa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Serangan Fajar. Judul yang diangkat oleh TIM KIR 1 adalah ‘MERINDUKAN SOSOK AYAH (ANALISIS PSIKOLOGIS KARAKTER TEMON DALAM FILM SERANGAN FAJAR)’; sedangkan TIM KIR 2 mengulas judul penelitian ‘EKSISTENSI ANAK-ANAK BINAAN R.A. KARTINI DAN PENGARUHNYA BAGI KEBANGKITAN EMANSIPASI PEREMPUAN INDONESIA’. Dalam pemaparan makalahnya Tim KIR 2 mencoba meneliti ke mana para murid binaan R.A. Kartini setelah Kartini wafat? Apakah sekolah-sekolah yang didirikan oleh R.A. Kartini masih eksis hingga sekarang, dan siapakah tokoh-tokoh saat ini yang pernah mengenyam pendidikan di bawah binaan sekolah atau yayasan Kartini?

Di akhir Oktober 2017, ketua dan sekretaris ekstrakurikuler KIR SMANSA Glagah, yakni Natasha Vine Angelique dan Rizka Nurulita Oktavia berhasil mengukir prestasi sebagai juara harapan 1 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional di Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang.

Fokus dan Elaborasi Penentu Kemenangan

Kesuksesan Tim KIR SMAN 1 Glagah memenangi LKTI se-Jawa Timur dan Bali di Universitas Negeri Surabaya tahun 2019 ini tidak terlepas dari kejelian mereka membidik fokus penelitian dan mengelaborasi penelitian tersebut menjadi sebuah produk berupa visualisasi komik sejarah ke dalam aplikasi webtoon. Tidak berhenti sampai di situ, komik sejarah yang telah diunggah ke webtoon  sampai 9 episode ini juga dishare dan diviralkan kepada sejumlah follower untuk memperoleh respon, dan respon follower yang sebagian besar berasal dari Banyuwangi dan beberapa dari daerah Jawa Timur lainnya, cenderung positif.

Tanda-tanda kemenangan TIM KIR SMANSA Glagah sebenarnya sudah terlihat ketika proses presentasi dua belas finalis tengah berlangsung. Tim juri beberapa kali memberikan arahan dan petunjuk kepada sejumlah tim finalis dari sekolah lain agar meniru cara penelitian dan presentasi yang dilakukan oleh TIM KIR SMAN 1 Glagah. Ini semakin menguatkan kepercayaan diri finalis LKTI dari SMANSA Glagah akan capaian kejuaraan tersebut, sebab sebelumnya TIM KIR SMANSA sempat grogi karena dari 81 abstrak yang masuk ke panitia, TIM KIR SMANSA Glagah berada pada peringkat ke-48, dan tatkala pengumpulan full paper, posisi TIM KIR SMANSA Glagah berada pada peringkat ke-6 dari 42 makalah yang masuk ke meja panitia lomba.

Apresiasi dari Sekolah kepada Peserta KIR Berprestasi            

Sebagai bentuk penghargaan sekolah kepada peserta KIR berprestasi, kepala sekolah, Drs. H. Mujiono, M.Pd. secara khusus bersedia menerima penyerahan piala LKTI Unesa itu dalam upacara bendera Senin, 11 Februari 2019 di lapangan upacara sekolah. Piala LKTI yang diserahkan oleh pemenang lomba, Alyn Shifa Aulya Wildania, Isni Qothrunnada, dan Neferti Patria Febriani kepada kepala sekolah menjadi tanda bahwa mereka secara resmi mewakili SMAN 1 Glagah dan memberikan secara resmi pula piala tersebut menjadi milik sekolah. Bagi sekolah, raihan piala LKTI merupakan capaiam supremasi di bidang penelitian yang sangat bergengsi khususnya di tingkat Jawa Timur dan Bali. Sebagai timbal balik, kepala sekolah, Drs. H. Mujiono, M.Pd. mentraktir pemenang lomba KIR dan pembinanya di kantin sekolah. Anggota KIR SMAN 1 Glagah telah beberapa kali berhasil mematrikan nama SMAN 1 Glagah Banyuwangi di kancah regional dan nasional (ISM).

0

You may also like

DOWNLOAD RIBUAN EBOOK SETIAP HARINYA
ISTHIGOSAH KUBRO SMAN 1 GLAGAH
TIGA JUARA DIREBUT DI BULAN MARET