Upacara memperingati hari pahlawan 10 November 2018 di SMAN 1 Glagah Banyuwangi kali ini tidak hanya mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo melawan sekutu dan menewaskan Brigadir Jenderal AWS Mallaby pada 10 November 1945, tetapi juga diisi dengan diseminasi terkait bahaya narkoba.     Pembina upacara Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, Ajun Komisaris Polisi Imron, mengungkapkan bahwa saat ini peredaran narkoba di Indonesia sangat masif. Pengedar narkoba tidak hanya menarget kalangan tertentu yang berduit, tetapi sudah menyasar kepada segala usia, khususnya segmen pelajar. Menurut polisi yang suami seorang guru ini, 0,25 gram narkoba seharga Rp300 ribu, bisa dikonsumsi oleh 10 orang. Bisa dibayangkan jika 1 ton narkoba yang berhasil ditangkap aparat kepolisian beberapa waktu lalu sempat lolos dan beredar di masyarakat, akan berpotensi merusak penduduk lebih dari satu kabupaten.     AWAL mula seseorang bersentuhan dengan narkoba adalah dimulai dari merokok. Pak Imron lebih jauh menyatakan bahwa lima belas tahun lalu ada sebuah perusahaan rokok yang menggelar pertunjukan grup musik Peterpan, dengan penyanyi terkenal Ariel. Pertunjukan itu menghabiskan dana sekitar lima ratus juta rupiah. Perusahaan rokok tersebut mengundang para pelajar dan memberi mereka masing-masing sebungkus rokok gratis. Ketika pihak perusahaan rokok ditanya mengapa menghabiskan dana sekian banyak hanya untuk menggelar pertunjukan musik untuk kalangan pelajar, jawaban yang diberikan pihak perusahaan rokok sungguh sangat mengejutkan. Mereka mengeluarkan dana untuk promosi rokok dengan menghadirkan grup musik terkenal tanah air senilai lima ratus juta rupiah itu hanya sekali kepada para pelajar; sebab perusahaan itu akan meraih keuntungan besar dalam jangka panjang, dari para pelajar yang telah kecanduan rokok. Usia pelajar relatif lebih panjang dibandingkan orang dewasa, maka masa ketergantungan atau kecanduan mereka terhadap rokok juga pasti lebih panjang pula dibandingan dengan orang dewasa. Oleh karena itu, mereka malah merasa rugi kalau menyelenggarakan konser musik untuk kalangan orang dewasa.     Usai upacara hari pahlawan, Kasat Narkoba Polres Banyuwangi yang didampingi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Drs. Istu Handono, M.Pd. dan Kepala SMAN 1 Glagah, Drs. H. Mujiono, M.Pd. menyempatkan diri melihat-lihat lomba poster antirokok dan antinarkoba. Bahkan Pak Imron sempat didaulat memberikan penilaian terhadap poster-poster yang dibuat oleh para peserta didik kelas X, XI, dan XII SMAN 1 Glagah Banyuwangi.     Setelah memberikan penilaian lomba poster, Pak Imron dan Pak Estu diiringi Pak Mujiono melanjutkan diseminasinya kepada para guru SMAN 1 Glagah Banyuwangi di ruang guru tidak hanya terkait bahaya narkoba tetapi juga terkait kenakalan pelajar di Kabupaten Banyuwangi. Prinsipnya menurut AKP Imron, kenakalan pelajar harus disikapi dengan bijak oleh sekolah. Sekolah harus memberikan pendampingan intensif kepada peserta didiknya yang terlibat kenakalan remaja.     Upacara hari pahlawan kali ini juga dihadiri oleh Bapak Sugiharto, S.E. Bapak Gik (panggilan akrabnya) tidak lain adalah mantan kepala tata usaha SMAN 1 Glagah Banyuwangi yang pada Januari 2017 dipromosikan menjadi Kepala Staf Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Banyuwangi (ISM).    
0

You may also like

PERINGATAN KE-73 TAHUN HARI GURU DAN PERPISAHAN PURNATUGAS
SMAN I GLAGAH BANYUWANGI BORONG JUARA DALAM BERBAGAI LOMBA PADA ACARA BULAN BAHASA INDONESIA TAHUN 2018
PEMBANGUNAN MASJID AL-HURIYAH SMAN 1 GLAGAH MEMASUKI TAHAP PENGECORAN